سُورَةُ الهُمَزَةِ
Al-Humazah
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم
وَيْلٌۭ لِّكُلِّ هُمَزَةٍۢ لُّمَزَةٍ
Wai lul-li kulli hu mazatil-lumaza
Kecelakaanlah bagi setiap pengumpat lagi pencela,
Sumber: Kemenag RI
ٱلَّذِى جَمَعَ مَالًۭا وَعَدَّدَهُۥ
Al-lazi jama'a maalaw wa'addadah
yang mengumpulkan harta dan menghitung-hitung,
Sumber: Kemenag RI
يَحْسَبُ أَنَّ مَالَهُۥٓ أَخْلَدَهُۥ
Yahsabu anna maalahu akhladah
dia mengira bahwa hartanya itu dapat mengkekalkannya,
Sumber: Kemenag RI
كَلَّا ۖ لَيُنۢبَذَنَّ فِى ٱلْحُطَمَةِ
Kalla layum ba zanna fil hutamah
sekali-kali tidak! Sesungguhnya dia benar-benar akan dilemparkan ke dalam Huthamah.
Sumber: Kemenag RI
وَمَآ أَدْرَىٰكَ مَا ٱلْحُطَمَةُ
Wa maa adraaka mal-hutamah
Dan tahukah kamu apa Huthamah itu?
Sumber: Kemenag RI
نَارُ ٱللَّهِ ٱلْمُوقَدَةُ
Narul laahil-mooqada
(yaitu) api (yang disediakan) Allah yang dinyalakan,
Sumber: Kemenag RI
ٱلَّتِى تَطَّلِعُ عَلَى ٱلْأَفْـِٔدَةِ
Al latee tat tali'u 'alalafidah
yang (membakar) sampai ke hati.
Sumber: Kemenag RI
إِنَّهَا عَلَيْهِم مُّؤْصَدَةٌۭ
Innaha 'alaihim moosada
Sesungguhnya api itu ditutup rapat atas mereka,
Sumber: Kemenag RI
فِى عَمَدٍۢ مُّمَدَّدَةٍۭ
Fee 'amadim-mu mad dadah
(sedang mereka itu) diikat pada tiang-tiang yang panjang.
Sumber: Kemenag RI
