سُورَةُ المُطَفِّفِينَ
Al-Mutaffifin
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم
وَيْلٌۭ لِّلْمُطَفِّفِينَ
Wailul lil mutaffifeen
Kecelakaan besarlah bagi orang-orang yang curang
Sumber: Kemenag RI
ٱلَّذِينَ إِذَا ٱكْتَالُوا۟ عَلَى ٱلنَّاسِ يَسْتَوْفُونَ
Allazeena izak taaloo 'alan naasi yastawfoon
(yaitu) orang-orang yang apabila menerima takaran dari orang lain mereka minta dipenuhi,
Sumber: Kemenag RI
وَإِذَا كَالُوهُمْ أَو وَّزَنُوهُمْ يُخْسِرُونَ
Wa izaa kaaloohum aw wazanoohum yukhsiroon
dan apabila mereka menakar atau menimbang untuk orang lain, mereka mengurangi.
Sumber: Kemenag RI
أَلَا يَظُنُّ أُو۟لَٰٓئِكَ أَنَّهُم مَّبْعُوثُونَ
Alaa yazunnu ulaaa'ika annahum mab'oosoon
Tidaklah orang-orang itu menyangka, bahwa sesungguhnya mereka akan dibangkitkan,
Sumber: Kemenag RI
لِيَوْمٍ عَظِيمٍۢ
Li Yawmin 'Azeem
pada suatu hari yang besar,
Sumber: Kemenag RI
يَوْمَ يَقُومُ ٱلنَّاسُ لِرَبِّ ٱلْعَٰلَمِينَ
Yawma yaqoomun naasu li Rabbil 'aalameen
(yaitu) hari (ketika) manusia berdiri menghadap Tuhan semesta alam?
Sumber: Kemenag RI
كَلَّآ إِنَّ كِتَٰبَ ٱلْفُجَّارِ لَفِى سِجِّينٍۢ
Kallaaa inna kitaabal fujjaari lafee Sijjeen
Sekali-kali jangan curang, karena sesungguhnya kitab orang yang durhaka tersimpan dalam sijjin.
Sumber: Kemenag RI
وَمَآ أَدْرَىٰكَ مَا سِجِّينٌۭ
Wa maa adraaka maa Sijjeen
Tahukah kamu apakah sijjin itu?
Sumber: Kemenag RI
كِتَٰبٌۭ مَّرْقُومٌۭ
Kitaabum marqoom
(Ialah) kitab yang bertulis.
Sumber: Kemenag RI
وَيْلٌۭ يَوْمَئِذٍۢ لِّلْمُكَذِّبِينَ
Wailuny yawma'izil lil mukazzibeen
Kecelakaan yang besarlah pada hari itu bagi orang-orang yang mendustakan,
Sumber: Kemenag RI
ٱلَّذِينَ يُكَذِّبُونَ بِيَوْمِ ٱلدِّينِ
Allazeena yukazziboona bi yawmid deen
(yaitu) orang-orang yang mendustakan hari pembalasan.
Sumber: Kemenag RI
وَمَا يُكَذِّبُ بِهِۦٓ إِلَّا كُلُّ مُعْتَدٍ أَثِيمٍ
Wa maa yukazzibu biheee illaa kullu mu'tadin aseem
Dan tidak ada yang mendustakan hari pembalasan itu melainkan setiap orang yang melampaui batas lagi berdosa,
Sumber: Kemenag RI
إِذَا تُتْلَىٰ عَلَيْهِ ءَايَٰتُنَا قَالَ أَسَٰطِيرُ ٱلْأَوَّلِينَ
Izaa tutlaa'alaihi aayaatunaa qaala asaateerul awwaleen
yang apabila dibacakan kepadanya ayat-ayat Kami, ia berkata: "Itu adalah dongengan orang-orang yang dahulu"
Sumber: Kemenag RI
كَلَّا ۖ بَلْ ۜ رَانَ عَلَىٰ قُلُوبِهِم مَّا كَانُوا۟ يَكْسِبُونَ
Kallaa bal raana 'alaa quloobihim maa kaanoo yaksiboon
Sekali-kali tidak (demikian), sebenarnya apa yang selalu mereka usahakan itu menutupi hati mereka.
Sumber: Kemenag RI
كَلَّآ إِنَّهُمْ عَن رَّبِّهِمْ يَوْمَئِذٍۢ لَّمَحْجُوبُونَ
Kallaaa innahum 'ar Rabbihim yawma'izil lamah jooboon
Sekali-kali tidak, sesungguhnya mereka pada hari itu benar-benar tertutup dari (rahmat) Tuhan mereka.
Sumber: Kemenag RI
ثُمَّ إِنَّهُمْ لَصَالُوا۟ ٱلْجَحِيمِ
Summa innahum lasaa lul jaheem
Kemudian, sesungguhnya mereka benar-benar masuk neraka.
Sumber: Kemenag RI
ثُمَّ يُقَالُ هَٰذَا ٱلَّذِى كُنتُم بِهِۦ تُكَذِّبُونَ
Summa yuqaalu haazal lazee kuntum bihee tukazziboon
Kemudian, dikatakan (kepada mereka): "Inilah azab yang dahulu selalu kamu dustakan".
Sumber: Kemenag RI
كَلَّآ إِنَّ كِتَٰبَ ٱلْأَبْرَارِ لَفِى عِلِّيِّينَ
Kallaaa inna kitaabal abraari lafee'Illiyyeen
Sekali-kali tidak, sesungguhnya kitab orang-orang yang berbakti itu (tersimpan) dalam 'Illiyyin.
Sumber: Kemenag RI
وَمَآ أَدْرَىٰكَ مَا عِلِّيُّونَ
Wa maaa adraaka maa 'Illiyyoon
Tahukah kamu apakah 'Illiyyin itu?
Sumber: Kemenag RI
كِتَٰبٌۭ مَّرْقُومٌۭ
Kitaabum marqoom
(Yaitu) kitab yang bertulis,
Sumber: Kemenag RI
